Senin, 04 Oktober 2010

Batas Tata Surya Terkuak Oleh NASA

WASHINGTON (BErita SuaraMedia) - NASA akan mengumpulkan para ilmuwan untuk mengumumkan penemuan baru mengenai batas dari tata surya, yang dilakukan melalui pengamatan pesawat luar angkasa di orbit sekitar bumi.

Badan antariksa Amerika Serikat tersebut akan mengadakan teleconference untuk mendiskusikan penemuan teranyar dari pesawat angkasa Boundary Explorer, yang mempelajari batas tata-surya dari orbit yang berjarak 322.000 km dari atas Bumi. Demikian seperti diberitakan Space.com, Senin (4/10/2010).

Pihak NASA mengatakan bahwa teleconference tersebut akan disiarkan secara live di audiochannel NASA dan empat ilmuwan akan berpartisipasi.

Keempat ilmuwan tersebut adalah, Arik Posner, Nathan Schwadron, David McComas dan Merav Opher.

Sebelumnya NASA telah meluncurkan pesawat tanpa awak IBEX (Interstellar Boundary Explorer) di tahun 2008 untuk memetakan batas antara tata surya dengan bagian luar tata surya.

Pesawat IBEX yang bernilai USD169 juta dibangun untuk misi selama dua tahun.

Sejauh ini, IBEX telah mengabarkan banyak penemuan yang mengejutkan.

Tahun lalu, contohnya, IBEX mendeteksi sebuah lapisan tipis berwarna merah di ujung tata surya, yang kemudian kini diklaim oleh ilmuwan sebagai solar wind (angin matahari).

Dan pada awal tahun ini, para ilmuwan mengumumkan bahwa IBEX telah melihat untuk pertama kalinya solar wind (angin matahari), arus partikel yang berkecepatan jutaan mil per jam. (suaramedia.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayo master, silahkan komentarnya...